Headlines News :
Home » » Apa Maksud Hadits, “Wanita Kurang Akal dan Agamanya”?

Apa Maksud Hadits, “Wanita Kurang Akal dan Agamanya”?

Written By ASEP KUMIS on Sabtu, 08 Oktober 2011 | 10/08/2011 02:58:00 AM



Rasulullah Saw bersabda, “Aku tidak melihat wanita yang kurang akalnya dan agamanya yang dapat menghilangkan kemauan keras lelaki yang tegas daripada seorang di antara kamu”.
Para wanita sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud dengan kekurangan agama kami dan akal kami, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Bukankah kesaksian seorang wanita itu setengah kesaksian seorang laki laki’? Mereka menjawab, “Ya”.

Beliau bersabda, “Itulah kekurangan akalnya dan bukankah bila haid wanita tidak melakukan shalat dan juga tidak berpuasa?” Mereka menjawab: “Ya.” Rasululllah bersabda, “Itulah yang dimaksud kekurangan agamanya.” (HR Bukhari dan Muslim).


Rasulullah Saw menjelaskan, “kekurangan akal” wanita itu dilihat dari sudut “ingatan yang lemah” sehingga kesaksiannya harus dikuatkan oleh kesaksian seorang wanita yang lain.

“Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang orang lelaki di antaramu. Jika tidak ada dua orang lelaki, maka boleh seorang lelaki dan dua orang wanita dari saksi saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa, maka seorang lagi mengingatkannya.” (QS. Al-Baqarah: 282).

Yang dimaksud kurang agamanya” adalah karena pada masa haid dan nifas wanita dilarang shalat dan puasa dan tidak harus mengqadha (mengganti) shalat yang ditinggalkannya itu. Kekurangan demikian tentu tidak menjadikannya berdosa karena kekurangan tersebut terjadi berdasarkan aturan dari Allah Swt.
Ggugurkan kewajiban shalat dan qadhanya dari wanita merupakan rahmat dan karunia Allah Swt.
Jadi, hadits tersebut tidak berarti wanita itu “kurang cerdas” dalam segala sesuatu atau “kurang agama” dalam segala hal. Hal itu pun tidak berarti kaum lelaki lebih baik dari kaum wanita dalam segala hal. Adakalanya wanita lebih unggul dari lelaki dalam banyak hal.

Betapa banyak pula wanita yang unggul akalnya (kecerdasannya), agamanya, dan kekuatan ingatannya dari lelaki.

Oleh karena itu, tidak sepantasnya kita menuduh kaum wanita punya kekurangan dalam segala hal dan lemah agamanya dalam segala perkara. Lemahnya dia dalam agama hanya dalam perkara khusus. Lemahnya dia dalam hal akal juga hanya sebatas perkara yang berkaitan dengan ingatan saat memberi persaksian dan semisalnya. (Sumber: Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Syaikh Ibn Baaz, Fatwa-Fatwa Terkini/Majmu’ Fatawa).*


sumber
Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Copas 4 Islam - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template