Headlines News :
Home » » Arrahmah.com disebut sebagai mata rantai 'radikalisme dan terorisme' (?)

Arrahmah.com disebut sebagai mata rantai 'radikalisme dan terorisme' (?)

Written By ASEP KUMIS on Minggu, 09 Oktober 2011 | 10/09/2011 08:18:00 AM

JAKARTA  – Lagi-lagi tuduhan ngawur ditujukan pada Arrahmah.com yang disebut sebagai media online berhaluan ‘radikal’.  Hal tersebut tertuang dalam salah satu makalah yang tercantum dalam buku “Memutus Mata Rantai Radikalisme dan Terorisme” (cetakan kedua) terbitan Lazuardi Birru.
Buku yang pertama kali diterbitkan tahun 2010 tersebut, merupakan hasil seleksi terhadap 248 naskah yang masuk dalam Simposium Nasional Memutus Mata Rantai Radikalisme dan Terorisme. Dari 248 artikel tersebut, dewan juri memilih enam makalah untuk diberikan penghargaan dan diterbitkan menjadi sebuah buku.
Dalam salah satu makalah yang terpilih dalam buku tersebut berjudul “Analisis Rubrikasi Media Online dan Pengaruhnya Membendung dan Menyebarkan Perkembangan Ideologi Radikalisme dan Terorisme.” Makalah “tidak ilmiah” tersebut  ditulis oleh Andika Hendra Mustaqim S.S, seorang sarjana jebolan Sastra Inggris, Universitas Brawijaya. Pernah bekerja sebagai reporter di Harian Umum Nusa Bali di Denpasar. Saat ini tercatat sebagai reporter di Desk Internasional pada Seputar Indonesia di Jakarta.
Andika Hendra Mustaqim dalam makalahnya menulis, media online Islam yang berhaluan radikal, antara lain voa-Islam.com dan arrahmah.com. Andika tanpa pengetahuan yang mumpuni mengidentikkan sebagai media online Islam yang mengumandangkan pembenaran atas aksi terorisme, yang dibalut dengan kata jihad. Agenda setting kedua situs tersebut sangat tampak dari nama rubriknya, yakni Jihad Fie Sabilillah untuk voa-islam.com dan Jihad Analysis untuk arrahmah.com.
Sementara itu, eramuslim.com, republika.co.id dan lazuardibirru.com disebut-sebut sebagai media online Islam yang moderat. Ketiga situs (eramuslim, republika dan Lazuardibirru) tersebut, disebut sebagai situs yang mampu membendung pemikiran dan ideologi terorisme dan radikalisme yang berkembang di dunia maya.
Meskipun penulisan makalah tersebut tanpa konfirmasi dan wawancara dari pihak situs Arrahmah.com dan voa-Islam.com, Andika mengklaim tulisannya sebagai hasil penelitian dan merupakan karya ilmiah. Tulisan Andikan pada dasarnya merupakan pendapat subjektif dari penulis dalam memandang situs-situs Islam.
Banyaknya orang-orang bodoh dan ngawur dalam menulis dan menyebarkan pendapat pribadi tentang situs-situs Islam (dan dibukukan pula) merupakan salah satu dari banyak cara untuk memberi stigma negatif terhadap situs yang memberitakan Jihad internasional dengan sebenarnya.
Orang-orang seperti yang tak pantan membuat sebuah tulisan apalagi sampai dibukukan, karena hanya kan melakukan pembodohan pada Ummat dengan argumen-argumennya yang ngawur dan tidak elegan. Tanpa pengetahuan yang mumpuni dengan serta merta menyebut sebuat situs sebagai mata rantai radikalisme dan terorisme hanya dikarenakan pemberian nama kolom berita yang berkaitan dengan jihad. Sungguh menggelikan


sumber
Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Copas 4 Islam - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template