Berdasarkan laporan Fars News, berbagai pemberitaan menunjukkan, situs-situs bersejarah kota Mekkah akan dijadikan tumbal program mega-mewah berkedok perluasan Masjid Al-Haram.
Program pembangunan kereta cepat Mekkah, dan pengembangan wilayah sekitar Majidul Haram, termasuk program pemerintah Saudi yang hingga kini telah merusak banyak situs bersejarah Islam di kota ini.
Menurut para pejabat dan sejumlah pangeran Saudi, program tersebut mendatangkan keuntungan sangat besar bagi pemerintah. Basmah binti Saud bin Abdul Aziz al-Saud dalam sebuah artikelnya mengungkap aksi korupsi jutaan dolar dalam program pembangunan kereta cepat Mekah.
“Tentang program pembangunan kereta cepat Mekkah itu, semua orang tahu berapa dana yang dikeluarkan, seperti apa perencanaannya, desain dari Jepang, teknologi dari Amerika, dan mengusung kenyamanan dari Perancis, dengan dana melangit. Akan tetapi milik budaya mana menara jam besar di atas kota Mekkah yang berarsitek Inggris dan dengan ukiran Allahu Akbar itu? Desain gedung-gedung [sekitar kota Mekkah] sama sekali tidak ada hubungannya dengan kesakralan Ka’bah… di Arab Saudi kita tengah tenggelam dalam pembangunan tempat-tempat hiburan megah,” tulisnya.
Koran Independent terbitan Inggris melaporkan, situs-situs bersejarah kota Mekah akan dirusak untuk menyediakan lahan pembangunan hotel-hotel mewah dan pusat-pusat perbelanjaan.
Perubahan pemandangan seperti itu mencuatkan gumaman sembunyi-sembunyi warga Saudi yang menyebut kota Mekah telah berubah menjadi Las Vegas Saudi. Dalam 10 tahun terakhir, banyak situs suci dan bersejarah Islam yang telah dirusak.
Tidak hanya sebagai tuan rumah jutaan jemaah haji yang datang dari seluruh penjuru dunia, namun kini setiap tahunnya Mekkah juga menerima kehadiran pusat-pusat hiburan dan perbelanjaan mewah.
Bagi para penguasa Saudi, Mekkah adalah simbol kemajuan dan masa depan negara. Pencakar langit yang dibangun dengan pendapatan penjualan kekayaan minyak itu menjadi simbol kekuasaan dan kemegahan rezim al-Saud.
sumber

