
Razmi mengatakan, para seniman berjilbab Mesir khususnya para akris selalu menghadapi tekanan dan sisksaan mental dari rezim Mubarak. “Mereka mengawasi seluruh gerak-gerik para aktris dan seniman berjilbab Mesir dan bahkan mencampuri kehidupan pribadi mereka dengan berbagai macam cara,” tegas Ramzi seperti dikutip Fars News (2/10).
Ramzi mengatakan, film Iran telah membuktikan bahwa jilbab bukan penghalang dan jilbab tetap dapat digunakan dalam film dan bahkan banyak film Iran yang mendapat penghargaan internasional.
Menurutnya, Iran mampu menanamkan identitasnya dalam sektor perfilmannya dengan tetap menjaga pinsip, nilai-nilai akhlak, dan pada saat yang sama tidak meng-copy Barat.
sumber